Video Tukang Kayu Tanpa Tangan Dari Ethiopia

Jumat, 22 Juli 2011
Video Tukang Kayu Tanpa Tangan Dari Ethiopia



Satu lagi kisah menakjubkan tentang perjuangan seorang manusia melawan keterbatasannya. Seorang tukang kayu di Addis Ababa, Ethiopia bekerja dengan giat membuat meja dan kursi, walaupun tidak memiliki tangan!
Sintayehu Tishale, 42 tahun, adalah seorang tukang kayu dan pengrajin terbaik di daerahnya selama lebih dari 20 tahun. Hebatnya, dia mengerjakan pekerjaannya bukan menggunakan kedua tangannya, melainkan dengan kedua kakinya.

Tishale telah kehilangan kedua tangannya akibat dari penyakit polio yang menyerang sejak dia lahir. Namun, hal itu bukan merupakan halangan baginya untuk tetap meraih kesuksesan, bekerja demi istrinya, Guday Agazu, 38, dan kelima orang anaknya.

Pada awalnya, keluarga Tishale tidak menyadari kemampuannya untuk menggunakan kaki sebagai tangannya. Mereka merasa tidak ada kesempatan bagi Tishale untuk bekerja sehingga dia diajari untuk mengemis di jalanan.

Hal tersebut berubah ketika Tishale bertemu istrinya 20 tahun yang lalu. Wanita luar biasa ini mengajarinya untuk membaca dan menulis, serta mengembangkan kemampuan Tishale menjadi tukang kayu.

Tishale bangga bahwa dia tidak pernah membiarkan kekurangannya menghalanginya menjadi bagian dari anggota masyarakat yang produktif dan ingin setiap orang menyadari bahwa dibalik ketidaksempurnaan yang mereka miliki ada nilai yang bisa melampauinya. Saat ini, dia berkeinginan untuk membangun sekolah.

"Saya punya tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu, dan dengan tidak pernah menyerah saya mampu melampaui kekurangan saya," tuturnya, "Saya sangat percaya bahwa siapapun yang memiliki ketidaksempurnaan tubuh dapat menjadi produktif. Seseorang jangan menyerah untuk menjalani hidup karena mereka telah kehilangan beberapa bagian dari tubuh mereka. Selama pikiran Anda bekerja dengan baik, Anda dapat melatih diri sendiri untuk melakukan apapun."





Sumber. http://zonasemu.blogspot.com/2011/07/kisah-tukang-kayu-tanpa-tangan-dari.html

0 komentar:

Poskan Komentar